TUGAS KULIAH
MATA KULIAH ETIKA PROFESI ISLAM
MATA KULIAH ETIKA PROFESI ISLAM
By: Himawan Dwiatmodjo, S.H., LL.M.
"Jika kau tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka kau akan merasakan perihnya kebodohan." (Imam Syafi'i)
Tugas berupa : Membuat dan mempresentasikan slide presentasi hal tertentu
membuat slide presentasi 7-10 halaman
mempresentasikan slide presentasi selama 10-15 menit, penilaian:
bahasa tubuh
penjelasan slide presentasi yang tidak membaca
penampilan
penguasaan materi
desain presentasi menarik
optimalisasi waktu
Ketentuan Pengumpulan tugas :
Mahasiswa mengerjakan secara mandiri
Mahasiswa mengumpulan tugas paling lambat pada Rabu 14 Oktober 2026, jam 14:00 wib (Gform dinonaktifkan), tidak ada permintaan dispensasi setelah batas waktu.
Yang dikumpulkan : input link URL tugas kuliah pada gform. Pastikan file dalam mode "general accsess anyone with the link" sehingga dosen bisa mengakses file dan memberikan penilaian. jika tidak bisa dibuka maka penilaian menjadi 70.
Penilaian setelah (1) mengumpulkan dan (2) melakukan presentasi pada waktu yang ditentukan, sesuai pertemuan perkuliahan.
Tidak boleh meminta file dikirim ulang atau semacamnya, jika mau edit silahkan unggah file dalam format googleslide.
Selesai
Kisi-kisi presentasi dan membuat slidenya yang baik :
Pertemuan 2: Pengantar Etika Profesi Islam dalam Dunia FTV
Definisi etika, moral, dan akhlak dalam perspektif Islam.
Urgensi etika profesi bagi filmmaker Muslim di era digital. - Tangguh prahoro wahyu army
Film dan televisi sebagai sarana dakwah (media dakwah) vs hiburan semata. -Thoriq
Pertemuan 3: Konsep Amanah dan Tanggung Jawab (Mas'uliyah) Sinematik
Profesi praktisi FTV sebagai bentuk amanah sosial dan ilahi. - Salsabila putri
Konsep pertanggungjawaban visual di dunia dan akhirat atas karya yang diproduksi. - Salmah
Dampak psikologis dan kultural dari tayangan terhadap audiens.
Pertemuan 4: Akhlak dalam islam
Akhlak kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW. - Rivaldi adhitya
Akhlak kepada Sesama Manusia, dan kepada Lingkungan - Rian irwan
Pertemuan 5: Etika Konten I: Larangan Visualisasi yang Diharamkan - Ragil zahra putri
Batasan aurat, pornografi, dan pornoaksi dalam lensa kamera (perspektif fikih kontemporer).
Menghindari konten yang mengandung unsur syirik, takhayul, khurafat, dan penyesatan akidah.
Seni menyunting (editing) dan menyutradarai tanpa melanggar batas syariat.
Etika Konten II: Menjauhi Ghibah, Namimah, dan Hoaks - Panji satria perdana
Penerapan konsep Tabayyun (verifikasi) dalam produksi dokumenter, berita TV, dan reality show.
Etika mengekspos aib visual (menghindari ghibah visual dan pembunuhan karakter).
Tanggung jawab moral penulis skenario dan jurnalis TV dalam menyajikan fakta.
Pertemuan 6: Etika Proses Produksi I: Manajemen Kru dan Kesejahteraan
Prinsip keadilan dalam pembagian kerja di lokasi syuting (set film).
Etika sistem kerja (menghindari eksploitasi jam kerja/syuting sehat). - Muhsin takiy
Hak pekerja film: Sistem pengupahan yang adil dan tepat waktu ("Bayarlah upah pekerja sebelum keringatnya kering"). - Muhammad fadli athalla ramadan
Pertemuan 7: Etika Proses Produksi II: Relasi Sosial di Lokasi Syuting/ Produksi
Interaksi profesional antara kru, sutradara, dan aktor/aktris (menjaga khalwat dan ikhtilat yang tidak syar'i). - M. Idhar
Menghindari flexing, perundungan (bullying), dan pelecehan seksual di industri FTV. - Mohammad ridho khairunnas
Etika penggunaan ruang publik dan penghormatan terhadap kearifan lokal saat syuting.
Paruh Kedua: Profesionalisme, Bisnis, dan Dampak Sosial
Pertemuan 9: Regulasi Hukum Positif vs Hukum Islam di Indonesia
Komparasi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI.
UU Perfilman dan UU ITE dalam sudut pandang Maqashid Syariah (tujuan hukum Islam). - Hafizul islami
Sensor mandiri (self-censorship) berbasis kesadaran takwa. - Fauzan joe fadhillah
Pertemuan 10: Konsep Itqan (Profesionalisme) dan Kejujuran Intelektual
Prinsip Itqan (bekerja secara totalitas dan berkualitas tinggi) sebagai bentuk ibadah. - Hamka al abiyyu
Etika dalam casting dan penempatan kru berdasarkan kompetensi (Al-Amin dan Al-Qawiy).
Plagiarisme, hak cipta (HAKI), dan pembajakan karya dalam pandangan Islam. - Hamam
Pertemuan 11: Etika Bisnis FTV, Monetisasi, dan Sponsor
Aspek halal-haram dalam pendanaan produksi film (menghindari dana riba atau pencucian uang).
Etika beriklan dan sponsor di televisi (menghindari penipuan visual/tadlis dan eksploitasi tubuh).
Etika negosiasi kontrak kerja dan distribusi film.
Pertemuan 12: Kritik Film dan Etika Apresiasi
Etika menjadi kritikus film/televisi yang objektif, konstruktif, dan tidak menjatuhkan (nasihat vs fadhihah). Farraz azdra hurul aini
Menghargai keberagaman estetika dan sudut pandang sinematik rekan sejawat. - Dini ramadanti
Etika berinteraksi di festival film dan forum diskusi.
Pertemuan 13: Etika FTV di Era Konvergensi Media dan Media Baru (New Media)
Tantangan algoritma clickbait, konten viral, dan penurunan mutu siaran demi rating. - Asywaq widadur rahman dawam
Etika distribusi film di platform OTT (Netflix, Vidio, dll.) dan YouTube.
Menjaga maratoralitas digital di tengah kebebasan berekspresi. - Daniel apriza akbar
Pertemuan 14: Advokasi Sosial dan Sinema Transformatif
Film sebagai alat Amar Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kebaikan, mencegah kemungkaran). - Dimas surya ary pangestu
Studi kasus film-film yang berhasil menggerakkan perubahan sosial positif atau filantropi. - Deby hidayati hartini
Merancang narasi yang solutif bagi problematika umat.
•Pertemuan 15: Islam, Muhammadiyah, Dan Seni
Seni Dalam Islam - Maulana nayif rakha
Seni Dalam Pandangan Muhammadiyah - Ahmad birshobran jamika
Pertemuan 2
etika dan kode etik profesi -
profesionalisme dan sikap kerja -
profesionalisme sebagai mahasiswa -
Pertemuan 3
5 sertifikasi professional dalam bidang Teknik Informasi, peluang dan hambatannta -
5 sertifikasi professional dalam bidang Sains Data, peluang dan hambatannta -
5 sertifikasi professional dalam bidang sistem informasi, peluang dan hambatannta -
5 sertifikasi professional dalam bidang film dan televisi -
Arti penting sertifikasi profesi -
Pertemuan 4
Sumber dan Landasan Nilai etika -
Sifat dan Karakteristik etika -
Menjadi profesional terpercaya (trusted), turut berikan contoh Muhammad SAW sebagai al-amin -
Pertemuan 5
Akhlak kepada Sesama Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW -
Akhlak kepada Manusia dan Lingkungan -
Pertemuan 6
Islam dan Seni -
Muhammadiyah , Seni dan Budaya -
Landasan Teologis dan Ideologis (profil kader Muhammadiyah berkemajuan) -
Karakteristik dan Kompetensi Utama (profil kader Muhammadiyah berkemajuan) -
Peran dan Kontribusi dalam Masyarakat (profil kader Muhammadiyah berkemajuan) -
Pertemuan 7
Dasar-dasar Ideologi Kepribadian Muhammadiyah -
Implementasi Kepribadian Muhammadiyah sebagai profesional -
Pertemuan 9
Prinsip-prinsip Syariah dalam Aktivitas Bisnis -
Pengelolaan Keuangan dan Harta dalam Perspektif Islam -
Pertemuan 10
Nilai-nilai Islam dalam Pengembangan Profesi -
Tanggung Jawab Sosial dan Kontribusi Profesi -
Pertemuan 11
Esensi dan Urgensi Sikap Disiplin -
Langkah-langkah dan Hasil Membangun Sikap Disiplin -
Pertemuan 12
Konsep Dasar dan Makna Manusia Bermanfaat -
Strategi dan Langkah Menjadi Manusia Bermanfaat -
Pertemuan 13
Pengembangan Kompetensi dan Keterampilan -
Pengelolaan Diri dan Pengembangan Karir -
Pertemuan 14
permasalahan dan Solusi organisasi -
Kepemimpinan dan Budaya Organisasi -
Pertemuan 15
Sumber dan Tolok Ukur Kebaikan dan Keburukan -
Keberkahan dalam menjalankan profesi -