By: Himawan Dwiatmodjo, S.H., LLM.
"Jika kau tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka kau akan merasakan perihnya kebodohan." (Imam Syafi'i)
Ali bin Abi Thalib RA. pernah berkata : “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan dari zamanmu”.
Penjelasan Cybergogy dalam Pembelajaran Mata Kuliah
Cybergogy adalah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk mendukung proses belajar di perguruan tinggi. Dalam cybergogy, pembelajaran tidak hanya berlangsung secara tatap muka di kelas, tetapi juga melalui platform daring seperti Learning Management System (LMS), video pembelajaran, forum diskusi, websites, dan sumber digital lainnya.
Peran Mahasiswa dalam Cybergogy
Dalam cybergogy, mahasiswa tidak lagi menjadi penerima materi secara pasif, tetapi berperan sebagai pembelajar aktif. Mahasiswa dituntut untuk:
Mencari dan mengolah informasi secara mandiri
Berpikir kritis terhadap materi yang dipelajari
Berdiskusi dan berkolaborasi secara daring
Mengemukakan pendapat berdasarkan referensi yang valid
Peran Dosen dalam Cybergogy
Peran dosen dalam cybergogy adalah sebagai fasilitator dan pembimbing pembelajaran, bukan satu-satunya sumber pengetahuan. Dosen:
Menyusun desain pembelajaran berbasis digital
Memberikan arahan, tugas, dan umpan balik
Memfasilitasi diskusi dan refleksi akademik
Membantu mahasiswa mencapai capaian pembelajaran mata kuliah
Karakteristik Pembelajaran Cybergogy
Pembelajaran berbasis cybergogy memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
Berbasis teknologi: menggunakan internet dan media digital
Fleksibel: dapat diakses kapan dan di mana saja
Interaktif: mendorong diskusi dan partisipasi aktif
Student-centered learning: berpusat pada mahasiswa
Contoh Penerapan Cybergogy
Contoh penerapan cybergogy dalam perkuliahan ini :
Dosen memberikan materi awal dan referensi melalui Website ini
Mahasiswa mempelajari materi dari berbagai sumber digital
Diskusi dilakukan melalui forum online atau video conference
Mahasiswa menyusun refleksi atau analisis secara mandiri
Manfaat Cybergogy bagi Mahasiswa Sarjana
Melalui cybergogy, mahasiswa diharapkan mampu:
Mengembangkan kemandirian belajar
Meningkatkan literasi digital
Mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis
Mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan masyarakat digital
Kesimpulan
Cybergogy merupakan pendekatan pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa program sarjana karena sejalan dengan tuntutan pendidikan tinggi abad ke-21, yaitu pembelajaran yang mandiri, kritis, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Suplemen Perkuliahan
Kemampuan Komunikasi Efektif
Mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan dengan jelas, logis, dan sistematis
Mampu menyusun laporan akademik, proposal, dan presentasi ilmiah
Mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak secara profesional
2. Kemampuan Berpikir Kritis
Mampu menganalisis data, fenomena, dan informasi secara mendalam
Mampu mengintegrasikan berbagai konsep dan teori lintas disiplin
3. Kemampuan Pengambilan Keputusan
Mampu menentukan pilihan berdasarkan data, etika, dan risiko
Mampu mempertanggungjawabkan keputusan secara akademik dan profesional
4. Kemampuan Bekerja Sama (Teamwork & Leadership)
Mampu bekerja dalam tim multidisiplin
Memiliki dasar kepemimpinan, koordinasi, dan manajemen konflik
Mampu berkontribusi aktif dalam pencapaian tujuan bersama
5. Kemampuan Literasi Digital dan Teknologi
Mampu memanfaatkan teknologi informasi sesuai bidang keilmuan
Memiliki literasi data, media, dan informasi
Adaptif terhadap perkembangan teknologi
6. Kemampuan Etika dan Tanggung Jawab Profesional
Memahami etika akademik dan etika profesi
Bertindak jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas
Mampu mempertimbangkan dampak sosial dari keilmuan yang dimiliki
7. Kemampuan Belajar Sepanjang Hayat (Lifelong Learning)
Mampu belajar secara mandiri
Mampu mengevaluasi dan mengembangkan kompetensi diri secara berkelanjutan
Terbuka terhadap kritik dan pembaruan ilmu
8. Kemampuan Adaptasi dan Inovasi
Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan kerja dan sosial
Mampu menghasilkan gagasan baru atau perbaikan (inovatif)
9. Kemampuan Penelitian Dasar
Mampu merancang penelitian sederhana
Mampu menggunakan metode ilmiah
Mampu menyusun karya ilmiah sesuai kaidah akademik
10. Wawasan Kebangsaan dan Global
Memiliki sikap kebangsaan dan kepekaan sosial
Mampu berpikir global namun bertindak lokal
Menghargai keberagaman dan pluralitas
Sholat dahulu sebelumnya (bila waktunya).
Awali dengan berdoa, minimal dengan basmalah [1].
Telat maksimal 15 menit setelah dosen tiba dikelas. tidak diperkenankan masuk kelas bagi yang terlambat.
Hadir perkuliahan minimal 75% (12 kehadiran dari 16 kali pertemuan), bila kurang, maka tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester.
Jika melewati toleransi, dianggap tidak ada niat baik untuk kuliah, tidak ada nilai di matakuliah ini, serta bila perkuliahan ini dianggap membuang waktu, sebaiknya tidak usah kuliah matakuliah ini saja sekalian.
Mengambil posisi yang dekat dengan Dosen.[2]
Berpakaian yang sesuai pada majelis ilmu
Mahasiswa pria, memakai baju/ hem berkerah, celana panjang yang baik, bersepatu yang baik. Bukan (a) kaos berkerah, (b) kaos berkerah/ oblong dengan jas, (c) tidak menggunakan hoodi, jaket, rompi.
Mahasiswa perempuan, memunutup aurat secara syar'i
Posisi duduk:
2 baris didepan mahasiswa, dibelangkanya mahasiswi, atau
sisi kanan mahasiswa, sisi kiri mahasiswi, atau sebaliknya.
Mencatat sesi perkuliahan [3]
Tidak memakai topi, mengobrol, makan/ minum, menggunakan handphone/ laptop selain yang berhubungan dengan materi perkuliahan, memakai earpiece/ earphone, dan berceletuk.
Angkat tangan untuk meminta berbicara, bertanya atau berpendapat.
Tidur pada perkuliahan = tidak menghormati Dosen & mahasiswa yang hadir, baiknya tidurlah di luar kelas.
Menyukai, mendengarkan dan pahami materi perkuliahan. [4]
Untuk mahasiswi, sebaiknya tidak salaman dengan Dosen [5]
Nilai diambil dari gsheet yang tersedia, komponen penilaian yaitu:
Kehadiran 20%
Tugas kuliah 30%
Ujian Tengah Semester 20 %
Ujian Akhir Semester 30%
Akhiri majelis ilmu dengan berdoa [6]
Akhir perkuliahan, mahasiswa memberi penilaian kepada Dosen, link penilaian
---------------------------------------
[1]
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
”Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan“. [QS. Thâhâ/20:114]
[2] Dalam kisah tersebut diceritakan,
فجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه
“Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah”
Jibril menempelkan lutut beliau dengan lutut Nabi. Ini menunjukkan beliau mengambil posisi duduk yamg sangat dekat dan juga menghadap kepada Nabi yang akan menyampaikan ilmu. Dengan posisi demikian beliau bisa menyimak dengan seksama ilmu yang disampaikan dan mendapat faidah yang lengkap. Inilah di antara adab dalam menuntut ilmu, yaitu mengambil posisi yang dekat dengan Dosen yang akan mengajarkan ilmu.
[3]
قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ
“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).
[4]
كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ
“Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau Orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).
[5] Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah SAW bersabda,
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini sudah menunjukkan kerasnya ancaman perbuatan tersebut, walau hadits tersebut dipermasalahkan keshahihannya oleh ulama lainnya.
[6] Doa penutup majelis/ pertemuan
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu.
Disebutkan dalam hadits, Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis, “Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.” Ada seseorang yang berkata pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu.” Beliau bersabda, “Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.” (HR. Abu Daud, no. 4857; Ahmad, 4: 425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Maksudnya, doa itu adalah penambal kesalahan berupa kata-kata laghwu atau perkataan yang sia-sia.
Pedoman Perkuliahan untuk Lingkungan Belajar yang Optimal
Selamat datang di kelas perkulaihan ini! Pedoman ini dirancang untuk memastikan kita semua dapat belajar, berdiskusi, dan berkembang dalam lingkungan yang positif, produktif, dan saling menghargai. Mari kita jadikan pengalaman belajar ini bermakna bagi setiap individu.
1. Kehadiran dan Ketepatan Waktu
Menghargai Waktu Bersama. Kehadiran tepat waktu sangat kami harapkan. Ini menunjukkan kesiapan Anda untuk belajar dan menghargai waktu dosen serta rekan-rekan mahasiswa. Jika Anda mengalami keterlambatan, mohon masuk kelas dengan tenang untuk meminimalkan gangguan.
Ambang Batas Kehadiran. Untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), Anda wajib memenuhi kehadiran perkuliahan minimal 75% dari total pertemuan (yaitu 12 dari 16 pertemuan). Kehadiran setelah waktu toleransi keterlambatan (maksimal 15 menit dari jam mulai yang ditentukan) akan dihitung sebagai ketidakhadiran, demi menjaga konsistensi dalam penilaian kehadiran.
2. Persiapan dan Niat Baik dalam Belajar
Memulai dengan Niat Baik. Setiap sesi adalah kesempatan baru untuk memperoleh ilmu. Anda dipersilakan untuk memulai dengan doa atau refleksi pribadi sesuai keyakinan masing-masing, sebagai bentuk niat baik dan fokus pada pembelajaran.
Akses Materi Sebelum Kelas. Kami mendorong Anda untuk secara proaktif mengakses dan membaca materi perkuliahan yang telah dibagikan dosen sebelum kelas dimulai. Ini akan sangat membantu Anda dalam membangun pemahaman awal, mempersiapkan pertanyaan, dan berpartisipasi lebih aktif dalam diskusi.
Manajemen Komitmen Pribadi. Kami mendorong Anda untuk menyelesaikan segala kewajiban pribadi, termasuk ibadah, sebelum perkuliahan dimulai agar dapat fokus sepenuhnya pada sesi belajar.
3. Etika Berpakaian dan Lingkungan Kelas
Pakaian yang Sopan dan Profesional. Demi menciptakan lingkungan belajar yang profesional dan saling menghargai, kami berharap Anda mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan sesuai dengan etika akademik. Hindari pakaian yang terlalu santai seperti kaos oblong, celana pendek, atau sandal jepit.
Posisi Duduk yang Mendukung Belajar. Silakan pilih posisi duduk yang membuat Anda paling nyaman dan optimal untuk fokus pada materi. Beberapa mahasiswa merasa lebih mudah berinteraksi jika duduk di dekat dosen, namun yang terpenting adalah Anda dapat belajar dengan efektif.
Menjaga Fokus dan Menghindari Gangguan. Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, mohon hindari aktivitas yang dapat mengganggu Anda sendiri atau orang lain, seperti:
Mengobrol yang tidak terkait materi perkuliahan.
Makan dan minum di dalam kelas.
Penggunaan handphone atau laptop untuk tujuan non-akademis.
Menggunakan earpiece atau earphone selama perkuliahan.
Menjaga etika diskusi yang baik, menghindari interupsi yang tidak pada tempatnya.
Tetap Terjaga dan Terlibat. Untuk memastikan Anda mendapatkan manfaat maksimal dari perkuliahan dan menunjukkan rasa hormat terhadap proses belajar bersama, kami mohon Anda tetap terjaga dan fokus selama kelas. Jika Anda merasa terlalu lelah, pertimbangkan untuk istirahat sejenak di luar kelas atau berkonsultasi jika ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
4. Partisipasi Aktif dan Pemikiran Kritis
Mencatat untuk Pemahaman Mendalam: Sangat dianjurkan untuk mencatat poin-poin penting dan ide-ide utama selama sesi perkuliahan. Proses mencatat ini adalah alat yang efektif untuk membantu Anda memahami, menganalisis, dan mengingat materi dengan lebih baik.
Berani Berpendapat dan Bertanya: Kami sangat mendorong Anda untuk aktif bertanya, berpendapat, dan terlibat dalam diskusi. Ini adalah landasan untuk mengembangkan pemikiran kritis dan memperdalam pemahaman. Untuk memastikan setiap orang mendapatkan kesempatan, mohon angkat tangan terlebih dahulu sebelum berbicara.
Mendengarkan dan Memahami: Kami mengajak Anda untuk mendengarkan dengan saksama dan berusaha memahami setiap materi perkuliahan. Partisipasi aktif dan keinginan untuk memahami adalah kunci untuk membangun pengetahuan yang kokoh dan pengembangan diri Anda.
5. Sistem Penilaian
Komponen penilaian untuk mata kuliah ini adalah sebagai berikut:
Kehadiran: 20%
Tugas Kuliah: 30%
Ujian Tengah Semester (UTS): 20%
Ujian Akhir Semester (UAS): 30%
Nilai akhir akan diinput melalui platform yang tersedia (G-sheet atau sistem informasi akademik).
6. Penutup dan Umpan Balik
Mengakhiri dengan Rasa Syukur: Mari kita tutup sesi perkuliahan ini dengan semangat positif, mengucap syukur atas ilmu yang didapatkan, dan harapan untuk kebermanfaatannya di masa depan. Anda dipersilakan untuk menutup dengan doa atau refleksi pribadi sesuai keyakinan masing-masing.
Umpan Balik untuk Peningkatan Kualitas: Pada akhir semester, Anda akan memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik konstruktif terhadap jalannya perkuliahan dan performa dosen. Masukan Anda sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang.
Dengan pedoman ini, kami berharap setiap mahasiswa dapat merasa lebih dihargai, termotivasi, dan diberdayakan untuk mencapai potensi akademik terbaiknya dalam lingkungan belajar yang kolaboratif dan suportif.
---------------------------------------
[1]
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
”Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan“. [QS. Thâhâ/20:114]
[2] Dalam kisah tersebut diceritakan,
فجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه
“Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah”
Jibril menempelkan lutut beliau dengan lutut Nabi. Ini menunjukkan beliau mengambil posisi duduk yamg sangat dekat dan juga menghadap kepada Nabi yang akan menyampaikan ilmu. Dengan posisi demikian beliau bisa menyimak dengan seksama ilmu yang disampaikan dan mendapat faidah yang lengkap. Inilah di antara adab dalam menuntut ilmu, yaitu mengambil posisi yang dekat dengan Dosen yang akan mengajarkan ilmu.
[3]
قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ
“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).
[4]
كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ
“Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau Orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).
[5] Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah SAW bersabda,
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini sudah menunjukkan kerasnya ancaman perbuatan tersebut, walau hadits tersebut dipermasalahkan keshahihannya oleh ulama lainnya.
[6] Doa penutup majelis/ pertemuan
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu.
Disebutkan dalam hadits, Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis, “Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.” Ada seseorang yang berkata pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu.” Beliau bersabda, “Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.” (HR. Abu Daud, no. 4857; Ahmad, 4: 425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Maksudnya, doa itu adalah penambal kesalahan berupa kata-kata laghwu atau perkataan yang sia-sia.
Lupaan, dosen sudah menge-share konten, namun tidak di akses
Enggan mencatat, biasanya dimeja hanya ada handphone
Minat membaca kurang, padahal membaca itu merupakan vitamin dalam berfikir kritis
Enggan berpendapat dan berdiskusi, berfikir kritis dimulai dari sini
Solusi
Pendekatan Konstruktif untuk Peningkatan Belajar Mahasiswa
Mahasiswa seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan akademiknya, yang terkadang bisa terlihat seperti "kekurangan." Namun, dari sudut pandang psikologi pendidikan, ini adalah area vital di mana mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan dan kebiasaan belajar yang lebih efektif. Mari kita transformasi observasi-observasi ini menjadi peluang untuk pertumbuhan:
1. Tantangan: Keterlambatan atau Ketiadaan Akses Terhadap Materi Pembelajaran
Observasi Awal: "Lupaan, dosen sudah menge-share konten, namun tidak di akses."
Analisis dari Perspektif Psikologi Pendidikan: Ini seringkali bukan karena "lupa" semata, melainkan kurangnya kebiasaan proaktif atau manajemen beban kerja. Materi yang dibagikan dosen adalah fondasi penting yang dirancang untuk mendukung pemahaman sebelum, selama, dan setelah perkuliahan. Tidak mengaksesnya berarti kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan diri, membangun konteks, atau mengulang materi, yang pada akhirnya dapat menghambat pemahaman yang mendalam dan keterlibatan aktif di kelas. Ini juga bisa menunjukkan kurangnya strategi perencanaan atau prioritasi tugas.
Rekomendasi Perbaikan:
Prioritaskan Akses Materi: Anggap materi yang dibagikan dosen sebagai "makanan" utama untuk perkuliahan. Buat jadwal rutin, misalnya setiap sore atau pagi hari sebelum hari kuliah, untuk memeriksa dan mengunduh semua materi yang relevan.
Manfaatkan Fitur Pengingat: Gunakan kalender digital, aplikasi pengingat, atau catatan fisik untuk mengingatkan diri mengakses materi. Jadikan ini bagian dari ritual belajar Anda.
Pratinjau Awal: Coba luangkan 10-15 menit untuk membaca sekilas materi sebelum kelas. Ini akan membantu Anda mengidentifikasi topik-topik kunci dan mempersiapkan pertanyaan, membuat Anda lebih siap dan percaya diri dalam diskusi kelas.
Organisasi Digital: Buat folder khusus di komputer atau cloud untuk setiap mata kuliah, sehingga materi mudah ditemukan dan diakses kapan pun dibutuhkan.
Dampak Positif yang Diharapkan. Peningkatan kesiapan mental untuk perkuliahan, pemahaman materi yang lebih komprehensif, kemampuan bertanya yang lebih relevan, serta pengurangan beban belajar saat mendekati ujian karena materi sudah familiar sejak awal. Ini membangun otonomi belajar yang kuat.
2. Tantangan: Keterbatasan dalam Keterlibatan Aktif Melalui Pencatatan
Observasi Awal: "Enggan mencatat, biasanya di meja hanya ada handphone."
Analisis dari Perspektif Psikologi Pendidikan: Kehadiran distraksi seperti handphone menghambat kapasitas otak untuk fokus dan memproses informasi baru secara mendalam. Mencatat bukan hanya soal merekam informasi, melainkan proses kognitif aktif yang melibatkan mendengarkan, memilah, merangkum, dan menghubungkan ide-ide. Ini adalah strategi encoding (penyandian) yang sangat efektif untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke jangka panjang. Melewatkan pencatatan berarti melewatkan kesempatan emas untuk memperkuat pemahaman dan mengingat materi.
Rekomendasi Perbaikan:
"Detoks" Digital di Kelas: Letakkan handphone di tas atau jauhkan dari jangkauan saat perkuliahan berlangsung. Anggap waktu di kelas sebagai zona bebas gangguan untuk belajar.
Eksplorasi Metode Pencatatan: Temukan metode pencatatan yang paling sesuai untuk Anda (misalnya, metode Cornell, mind mapping, garis besar, atau mencatat dengan poin-poin). Anda bisa mencoba mencatat manual (dengan pulpen dan kertas) untuk melibatkan lebih banyak indra dan motorik halus, atau menggunakan aplikasi catatan digital yang terstruktur.
Catat Kata Kunci dan Ide Utama: Jangan mencoba menulis semua yang dikatakan dosen. Fokus pada kata kunci, definisi penting, dan ide-ide utama. Ini melatih Anda untuk mendengarkan secara aktif dan merangkum.
Review Catatan: Setelah kelas, luangkan waktu 5-10 menit untuk meninjau dan merapikan catatan Anda. Tambahkan detail yang terlewat atau kembangkan ide-ide yang masih samar. Ini adalah strategi pengulangan aktif yang sangat powerful.
Dampak Positif yang Diharapkan: Peningkatan konsentrasi di kelas, pemahaman materi yang lebih baik, kemampuan mengingat informasi yang lebih kuat, serta terciptanya sumber belajar pribadi yang sangat berharga untuk persiapan ujian. Ini mengembangkan metakognisi atau kesadaran akan proses berpikir Anda sendiri.
3. Tantangan: Motivasi Membaca dan Perannya dalam Berpikir Kritis
Observasi Awal: "Minat membaca kurang, padahal membaca itu merupakan vitamin dalam berfikir kritis."
Analisis dari Perspektif Psikologi Pendidikan: Pernyataan bahwa membaca adalah "vitamin berfikir kritis" sangat tepat. Membaca secara ekstensif membangun basis pengetahuan yang luas, memperluas kosakata, melatih analisis informasi, dan mengembangkan empati serta perspektif yang beragam. Kurangnya minat membaca dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk menganalisis argumen, mengevaluasi bukti, dan membentuk pandangan sendiri. Ini juga bisa terkait dengan persepsi nilai membaca atau kebiasaan yang belum terbentuk.
Rekomendasi Perbaikan:
Mulai dari yang Menarik: Jangan langsung memaksakan diri membaca teks akademik yang berat. Mulailah dengan topik yang Anda minati di luar perkuliahan, seperti berita, artikel sains populer, biografi, atau bahkan fiksi. Bangun kebiasaan membaca terlebih dahulu.
Atur Target Realistis: Alih-alih menargetkan satu buku selesai, coba baca 1-2 artikel akademik atau 10-15 halaman buku teks setiap hari. Konsistensi lebih penting daripada kuantitas.
Jadikan Membaca Bagian dari Rutinitas: Alokasikan waktu khusus untuk membaca setiap hari, misalnya 30 menit sebelum tidur atau saat istirahat makan siang.
Manfaatkan Berbagai Sumber: Selain buku teks, eksplorasi jurnal ilmiah, artikel berita dari sumber terpercaya, esai, atau bahkan platform blog dari pakar di bidang Anda.
Diskusi Setelah Membaca: Ajak teman untuk mendiskusikan apa yang Anda baca. Ini akan membantu Anda memproses informasi lebih dalam dan melihat berbagai sudut pandang.
Dampak Positif yang Diharapkan: Peningkatan kemampuan berpikir analitis dan kritis, penguasaan materi yang lebih mendalam, perluasan wawasan dan perspektif, serta kemampuan untuk berargumen secara logis dan persuasif. Ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu intelektual.
4. Tantangan: Partisipasi Aktif dalam Diskusi dan Pengembang an Pemikiran Kritis
Observasi Awal: "Enggan berpendapat dan berdiskusi, berfikir kritis dimulai dari sini."
Analisis dari Perspektif Psikologi Pendidikan: Keengganan untuk berpendapat atau berdiskusi seringkali berakar pada kecemasan sosial, takut salah, atau kurangnya kepercayaan diri dalam mengartikulasikan pikiran. Padahal, diskusi adalah arena yang sangat penting untuk melatih pemikiran kritis, menguji ide-ide, menerima umpan balik, dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Melalui diskusi, mahasiswa belajar untuk menyusun argumen, mendengarkan secara aktif, menanggapi dengan bijak, dan bahkan mengubah pandangan mereka berdasarkan bukti baru. Ini adalah praktik nyata dari kolaborasi kognitif.
Rekomendasi Perbaikan:
Persiapkan Diri Sebelum Diskusi: Sebelum kelas yang melibatkan diskusi, coba rumuskan setidaknya satu pertanyaan atau satu poin yang ingin Anda sampaikan. Persiapan ini bisa meningkatkan kepercayaan diri.
Mulai dari Hal Kecil: Anda tidak harus langsung menyampaikan argumen yang panjang. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan, mengulang apa yang teman katakan untuk menunjukkan Anda mendengarkan, atau menambahkan satu poin kecil pada argumen orang lain.
Fokus pada Pembelajaran, Bukan Kesempurnaan: Ingatlah bahwa diskusi adalah proses belajar bersama. Tidak ada yang berharap Anda selalu benar. Yang penting adalah partisipasi dan kemauan untuk belajar.
Dengarkan Secara Aktif: Perhatikan baik-baik apa yang dikatakan orang lain. Ini akan membantu Anda merespons dengan lebih relevan dan membangun argumen yang lebih kuat.
Latih Berbicara di Lingkungan yang Aman: Mulailah berdiskusi dengan teman-teman dekat atau kelompok studi kecil sebelum berpartisipasi di kelas yang lebih besar.
Dampak Positif yang Diharapkan. Peningkatan kepercayaan diri dalam berekspresi, kemampuan mengartikulasikan ide secara jelas dan logis, pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui dialog, serta pemahaman yang lebih kaya dari berbagai perspektif. Ini akan membangun keterampilan interpersonal dan kemampuan advokasi diri.
Full daging
Agama yang benar
Asah berfikir
Ilmu Kaya
Bisnis
Lifehack
Sejarah
Pengetahuan
Imam Dzahabi Rahimahulloohu menceritakan dalam biografi Imam Sulaim bin Ayyub ar-Razi, bahwa ketika masih kecil sekitar umur sepuluh tahun, dia belajar mengaji kepada sebagian ustadz di kampungnya. Sang ustadz mengatakan, "Maju dan cobalah membaca al-Qur'an."
Dia (Sulaim bin Ayyub) pun berusaha semaksimal mungkin untuk membaca al-Fatihah, tetapi tidak bisa karena ada sesuatu pada lidahnya. Sang ustadz lalu bertanya, "Apakah engkau punya seorang ibu?"
"Ya," jawab Sulaim.
"Kalau begitu, mintalah kepada ibumu agar dia berdoa supaya Allah memudahkan engkau untuk bisa membaca al-Qur'an dan meraih ilmu agama," tutur sang ustadz selanjutnya. Sulaim menjawab, "Ya, akan saya sampaikan pada ibuku."
Maka setelah pulang ke rumah, dia menyampaikannya kepada ibunya, dan sang ibu lalu bermunajat dan berdoa kepada Allah. Setelah itu, Sulaim menginjak masa dewasa dan berkelana ke Baghdad untuk menuntut ilmu bahasa Arab, fiqih, dan lain-lain.
Ketika dia pulang kembali ke kampungnya di Ray sedang menyalin kitab Mukhtashar al-Muzani di sebuah masjid, ternyata ustadznya yang dahulu datang seraya mengucapkan salam kepadanya. Namun, sang ustadz sudah tidak mengenal Sulaim lagi. Tatkala ustadznya mendengar salinan kitab tersebut dan dia tidak paham apa yang sedang dibaca, dia berkomentar, "Kapankah ilmu seperti ini bisa dipelajari?" Kata Sulaim, "Ingin sekali rasanya saya mengatakan padanya: Jika Anda punya seorang ibu maka mintalah kepada ibu Anda agar mendoakan untuk Anda', tetapi saya malu mengatakan hal itu."
Doa orang tua terutama seorang ibu adalah mustajab (pasti terkabul). Sebab itu, wahai saudaraku penuntut ilmu, janganlah pernah engkau hanya bergantung pada dirimu. Tetaplah engkau memohon pertolongan kepada Allah dan mintalah kepada orang tuamu agar mendoakan untukmu dalam setiap kebaikan dunia akhirat. Semoga Allah menganugerahkan ilmu yang bermanfaat bagimu. Aamiin Yaa Robbal'Aalamiin.
[Siyar Alämin Nubala' 34/156-157 oleh Imam Adz-Dzahabi]
Sholat dahulu sebelumnya.
Awali dan akhiri dengan berdoa.
Fokus menuntut ilmu → paham dan dapat membuat produk.
Kamera dinyalakan
Duduk tegak
Tidak memakai topi, mengobrol, makan dan minum, menggunakan handphone dan berceletuk.
Meminta berbicara, bila bertanya atau berpendapat.
Menyukai, dengarkan dan pahami materi perkuliahan.
Telat tidak bisa join, maksimal 30 menit
Hormati forum kelas daring
Nilai diambil dari gsheet yang tersedia
Dipanggil 3 kali tidak ada respon, maka di keluarkan dari perkuliahan
Materi bisa dilihat di laman ini atau www.pencariilmu.hdplawyer.com, harap bisa di bookmark
Informasi perkuliahan akan disampaikan di whatsapp group mahasiswa
S H O W
.
tidak bermain HP, makan/minum, ngobrol
.