By: Himawan Dwiatmodjo, S.H., LLM.
"Jika kau tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka kau akan merasakan perihnya kebodohan." (Imam Syafi'i)
Penjelasan Cybergogy dalam Pembelajaran Mata Kuliah
Cybergogy adalah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk mendukung proses belajar di perguruan tinggi. Dalam cybergogy, pembelajaran tidak hanya berlangsung secara tatap muka di kelas, tetapi juga melalui platform daring seperti Learning Management System (LMS), video pembelajaran, forum diskusi, websites, dan sumber digital lainnya.
Peran Mahasiswa dalam Cybergogy
Dalam cybergogy, mahasiswa tidak lagi menjadi penerima materi secara pasif, tetapi berperan sebagai pembelajar aktif. Mahasiswa dituntut untuk:
Mencari dan mengolah informasi secara mandiri
Berpikir kritis terhadap materi yang dipelajari
Berdiskusi dan berkolaborasi secara daring
Mengemukakan pendapat berdasarkan referensi yang valid
Peran Dosen dalam Cybergogy
Peran dosen dalam cybergogy adalah sebagai fasilitator dan pembimbing pembelajaran, bukan satu-satunya sumber pengetahuan. Dosen:
Menyusun desain pembelajaran berbasis digital
Memberikan arahan, tugas, dan umpan balik
Memfasilitasi diskusi dan refleksi akademik
Membantu mahasiswa mencapai capaian pembelajaran mata kuliah
Karakteristik Pembelajaran Cybergogy
Pembelajaran berbasis cybergogy memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
Berbasis teknologi: menggunakan internet dan media digital
Fleksibel: dapat diakses kapan dan di mana saja
Interaktif: mendorong diskusi dan partisipasi aktif
Student-centered learning: berpusat pada mahasiswa
Contoh Penerapan Cybergogy
Contoh penerapan cybergogy dalam perkuliahan ini :
Dosen memberikan materi awal dan referensi melalui Website ini
Mahasiswa mempelajari materi dari berbagai sumber digital
Diskusi dilakukan melalui forum online atau video conference
Mahasiswa menyusun refleksi atau analisis secara mandiri
Manfaat Cybergogy bagi Mahasiswa Sarjana
Melalui cybergogy, mahasiswa diharapkan mampu:
Mengembangkan kemandirian belajar
Meningkatkan literasi digital
Mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis
Mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan masyarakat digital
Kesimpulan
Cybergogy merupakan pendekatan pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa program sarjana karena sejalan dengan tuntutan pendidikan tinggi abad ke-21, yaitu pembelajaran yang mandiri, kritis, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Suplemen Perkuliahan
Kemampuan Komunikasi Efektif
Mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan dengan jelas, logis, dan sistematis
Mampu menyusun laporan akademik, proposal, dan presentasi ilmiah
Mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak secara profesional
2. Kemampuan Berpikir Kritis
Mampu menganalisis data, fenomena, dan informasi secara mendalam
Mampu mengintegrasikan berbagai konsep dan teori lintas disiplin
3. Kemampuan Pengambilan Keputusan
Mampu menentukan pilihan berdasarkan data, etika, dan risiko
Mampu mempertanggungjawabkan keputusan secara akademik dan profesional
4. Kemampuan Bekerja Sama (Teamwork & Leadership)
Mampu bekerja dalam tim multidisiplin
Memiliki dasar kepemimpinan, koordinasi, dan manajemen konflik
Mampu berkontribusi aktif dalam pencapaian tujuan bersama
5. Kemampuan Literasi Digital dan Teknologi
Mampu memanfaatkan teknologi informasi sesuai bidang keilmuan
Memiliki literasi data, media, dan informasi
Adaptif terhadap perkembangan teknologi
6. Kemampuan Etika dan Tanggung Jawab Profesional
Memahami etika akademik dan etika profesi
Bertindak jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas
Mampu mempertimbangkan dampak sosial dari keilmuan yang dimiliki
7. Kemampuan Belajar Sepanjang Hayat (Lifelong Learning)
Mampu belajar secara mandiri
Mampu mengevaluasi dan mengembangkan kompetensi diri secara berkelanjutan
Terbuka terhadap kritik dan pembaruan ilmu
8. Kemampuan Adaptasi dan Inovasi
Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan kerja dan sosial
Mampu menghasilkan gagasan baru atau perbaikan (inovatif)
9. Kemampuan Penelitian Dasar
Mampu merancang penelitian sederhana
Mampu menggunakan metode ilmiah
Mampu menyusun karya ilmiah sesuai kaidah akademik
10. Wawasan Kebangsaan dan Global
Memiliki sikap kebangsaan dan kepekaan sosial
Mampu berpikir global namun bertindak lokal
Menghargai keberagaman dan pluralitas
Sholat dahulu sebelumnya (bila waktunya).
Awali dengan berdoa.
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
”Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan“. [QS. Thâhâ/20:114]
Telat maksimal 15 menit setelah dosen tiba dikelas. tidak diperkenankan masuk kelas bagi yang terlambat.
Hadir perkuliahan minimal 75% (12 kehadiran dari 16 kali pertemuan), bila kurang tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester.
Jika melewati toleransi, dianggap tidak ada niat baik untuk kuliah, tidak ada nilai di matakuliah ini, serta bila perkuliahan ini dianggap membuang waktu, sebaiknya tidak usah kuliah matakuliah ini saja sekalian.
Mengambil posisi yang dekat dengan Dosen.[1]
Untuk mahasiswa pria, memakai baju/ hem berkerah, celana panjang yang baik, bersepatu yang baik. Bukan (a) kaos berkerah, (b) kaos berkerah/ oblong dengan jas, (c) tidak menggunakan hoodi, jaket, rompi.
Posisi duduk:
2 baris didepan mahasiswa, dibelangkanya mahasiswi, atau
sisi kanan mahasiswa, sisi kiri mahasiswi, atau sebaliknya.
Mencatat sesi perkuliahan [2]
Tidak memakai topi, mengobrol, makan dan minum, menggunakan handphone/ laptop selain yang berhubungan dengan materi perkuliahan, memakai earpiece/ earphone, dan berceletuk.
Angkat tangan untuk meminta berbicara, bertanya atau berpendapat.
Tidur pada perkuliahan = tidak menghormati Dosen & mahasiswa yang hadir, baiknya tidurlah di luar kelas.
Menyukai, dengarkan dan pahami materi perkuliahan. [3]
Nilai diambil dari gsheet yang tersedia, komponen penilaian yaitu:
Ujian Tengah Semester 20 %
kehadiran 20%
Ujian Akhir Semester 30%
Tugas kuliah 30%
Akhiri majelis ilmu dengan berdoa
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu.
---------------------------------------
[1] Dalam kisah tersebut diceritakan,
فجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه
“Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah”
Jibril menempelkan lutut beliau dengan lutut Nabi. Ini menunjukkan beliau mengambil posisi duduk yamg sangat dekat dan juga menghadap kepada Nabi yang akan menyampaikan ilmu. Dengan posisi demikian beliau bisa menyimak dengan seksama ilmu yang disampaikan dan mendapat faidah yang lengkap. Inilah di antara adab dalam menuntut ilmu, yaitu mengambil posisi yang dekat dengan Dosen yang akan mengajarkan ilmu.
[2]
قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ
“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).
[3] كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ
“Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau Orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).
Lupaan, dosen sudah menge-share konten, namun tidak di akses
Enggan mencatat, biasanya dimeja hanya ada handphone
Minat membaca kurang, padahal membaca itu merupakan vitamin dalam berfikir kritis
Enggan berpendapat dan berdiskusi, berfikir kritis dimulai dari sini
Full daging
Agama yang benar
Asah berfikir
Ilmu Kaya
Bisnis
Lifehack
Hukum
Sejarah
Pengetahuan
Imam Dzahabi Rahimahulloohu menceritakan dalam biografi Imam Sulaim bin Ayyub ar-Razi, bahwa ketika masih kecil sekitar umur sepuluh tahun, dia belajar mengaji kepada sebagian ustadz di kampungnya. Sang ustadz mengatakan, "Maju dan cobalah membaca al-Qur'an."
Dia (Sulaim bin Ayyub) pun berusaha semaksimal mungkin untuk membaca al-Fatihah, tetapi tidak bisa karena ada sesuatu pada lidahnya. Sang ustadz lalu bertanya, "Apakah engkau punya seorang ibu?"
"Ya," jawab Sulaim.
"Kalau begitu, mintalah kepada ibumu agar dia berdoa supaya Allah memudahkan engkau untuk bisa membaca al-Qur'an dan meraih ilmu agama," tutur sang ustadz selanjutnya. Sulaim menjawab, "Ya, akan saya sampaikan pada ibuku."
Maka setelah pulang ke rumah, dia menyampaikannya kepada ibunya, dan sang ibu lalu bermunajat dan berdoa kepada Allah. Setelah itu, Sulaim menginjak masa dewasa dan berkelana ke Baghdad untuk menuntut ilmu bahasa Arab, fiqih, dan lain-lain.
Ketika dia pulang kembali ke kampungnya di Ray sedang menyalin kitab Mukhtashar al-Muzani di sebuah masjid, ternyata ustadznya yang dahulu datang seraya mengucapkan salam kepadanya. Namun, sang ustadz sudah tidak mengenal Sulaim lagi. Tatkala ustadznya mendengar salinan kitab tersebut dan dia tidak paham apa yang sedang dibaca, dia berkomentar, "Kapankah ilmu seperti ini bisa dipelajari?" Kata Sulaim, "Ingin sekali rasanya saya mengatakan padanya: Jika Anda punya seorang ibu maka mintalah kepada ibu Anda agar mendoakan untuk Anda', tetapi saya malu mengatakan hal itu."
Doa orang tua terutama seorang ibu adalah mustajab (pasti terkabul). Sebab itu, wahai saudaraku penuntut ilmu, janganlah pernah engkau hanya bergantung pada dirimu. Tetaplah engkau memohon pertolongan kepada Allah dan mintalah kepada orang tuamu agar mendoakan untukmu dalam setiap kebaikan dunia akhirat. Semoga Allah menganugerahkan ilmu yang bermanfaat bagimu. Aamiin Yaa Robbal'Aalamiin.
[Siyar Alämin Nubala' 34/156-157 oleh Imam Adz-Dzahabi]
Sholat dahulu sebelumnya.
Awali dan akhiri dengan berdoa.
Fokus menuntut ilmu → paham dan dapat membuat produk.
Kamera dinyalakan
Duduk tegak
Tidak memakai topi, mengobrol, makan dan minum, menggunakan handphone dan berceletuk.
Meminta berbicara, bila bertanya atau berpendapat.
Menyukai, dengarkan dan pahami materi perkuliahan.
Telat tidak bisa join, maksimal 30 menit
Hormati forum kelas daring
Nilai diambil dari gsheet yang tersedia
Dipanggil 3 kali tidak ada respon, maka di keluarkan dari perkuliahan
Materi bisa dilihat di laman ini atau www.pencariilmu.hdplawyer.com, harap bisa di bookmark
Informasi perkuliahan akan disampaikan di whatsapp group mahasiswa
S H O W
.
tidak bermain HP, makan/minum, ngobrol
.