Orang Tua Ninggalin Aset Miliaran. Anaknya? Putus Silaturahmi.
Warisan Itu Harusnya Menenangkan. Tapi Kenapa Banyak Keluarga Justru Hancur?
Orang tua kerja keras seumur hidup. Bangun aset, nabung, beli rumah, tanah, bisnis. Tujuannya satu: anak-anak hidup aman & rukun. Tapi kenyataannya?
Begitu orang tua meninggal...
Kakak adik saling curiga
Grup keluarga sepi
Ada yang merasa dianaktirikan
Ada yang merasa paling berjasa
Warisan yang harusnya jadi berkah, malah jadi awal perpecahan.
Ada satu keluarga. Asetnya banyak: rumah, tanah, usaha, Tapi nggak pernah dibagi secara jelas.
Awalnya nanti aja dibahas. Lama-lama...
10 tahun lewat
sertifikat masih atas nama orang tua
adik nunggu
kakak menguasai
Akhirnya bukan cuma aset yang mandek, hubungan darah ikut retak.
Di Indonesia, sengketa warisan termasuk kasus terbanyak di pengadilan agama & perdata. Dan yang paling sering bikin ribut itu bukan karena hartanya kecil... tapi karena:
nggak ada wasiat
nggak pernah dibicarakan sejak hidup
masing-masing merasa paling berhak
Masalah warisan jarang soal uang. Biasanya soal:
rasa tidak adil
luka lama yang dipendam
perasaan tidak dihargai
komunikasi yang tidak pernah selesai
Uang cuma jadi pemicu terakhir.
Banyak orang tua bilang:
"Ah anak-anak nanti ngerti sendiri."
"Nanti aja dibagi, masih panjang umur."
"Masa sih ribut gara-gara harta?"
Padahal justru ketidakjelasan itulah yang bikin ribut.
Solusinya tuh nggak ribet:
Buat pembagian yang jelas (wasiat / hibah/perencanaan waris)
Dibicarakan saat masih sehat
Transparan, walau nggak semua harus sama
Didampingi pihak yang paham (notaris atau konsultan)
Lebih baik ngobrol sekarang walaupun gak enak, daripada anak-anak musuhan seumur hidup.
Warisan bukan cuma soal siapa dapat apa. Tapi soal apakah orang tua meninggalkan kedamaian atau bom waktu konflik. Warisan terbesar bukan harta, tapi kejelasan agar keluarga tetap utuh. Harta bisa habis, tapi luka karena warisan bisa seumur hidup.
Kalau kamu orang tua, atau calon orang tua... atau kamu anak yang sedang di posisi ini atau siapapun yang baca postingan ini. Mungkin ini bukan postingan yang nyaman dibaca. Tapi penting untuk disadari dan diskusikan sebelum terlambat.
https://www.instagram.com/p/DUX9JwaCTT7/?img_index=8
Kantor Advokat dan Konsultan Hukum
Himawan Dwiatmodjo & Rekan
Jl. Rawa Kuning, Pulogebang, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Email: lawyerhdp@gmail.com
Telepon/Pesan Teks: +62895-4032-43447